[Kuliner Bandung] Enjoying Mie Ayam and Yamin at Warung Lela

Makan apa di Bandung? Kuliner : Makan Bakmi sore-sore di Warung Lela (WaLe), Dago Pakar, Bandung. Status : Mission accomplished.

Date visited : Sun, Sept 15, 2013.

Terus terang saja ketika mendengar nama Warung Lela di area perumahan daerah Ranca Kendal, Dago, Bandung Utara ini, aku membayangkan tempat ini mungkin akan seperti warung biasa di pinggir jalan. Betapa kaget ketika aku tiba di lokasi, ternyata tempat makan ini memiliki area makan yang luas dan jauh dari gambaran sebagai sebuah warung biasa. Ada dua rumah berseberangan yang digunakan sebagai resto. Bentuknya memang tidak seperti restoran, melainkan berupa rumah besar khas tradisional Jawa dengan interior simple minimalis nan modern. Ketika aku mencari tempat duduk, terlihat kesibukan para pelayan saat mengambil makanan dari dapur terbuka yang berada tidak jauh dari pintu masuk.

Suasana di dalam WaLeDi bagian tengah rumah terdapat area tamu (ruang keluarga) berisi foto keluarga sang pemilik yang terpajang di dinding. Beberapa sudut dinding terbuat dari batu bata asli dan banyak terdapat meja kayu tradisional yang membuat suasana makan terasa homey. Lampu gantung tradisional khas Jawa pun banyak menghiasi rumah makan ini. Ada pula area teras belakang dengan view pemandangan alam lembah Dago dari ketinggian, namun sayangnya saat aku datang semua meja makan di area ini sudah terisi penuh. Karena itu aku mengisi salah satu meja makan kayu panjang yang tersisa di area indoor rumah makan tersebut.

Vintage Homy Ambience at WaLeWarung Lela atau biasa disebut WaLe, memang sudah terkenal sejak lama di Bandung. Banyak orang Bandung, Jakarta maupun luar kota lainnya yang berkunjung ke sini untuk menikmati menu andalannya seperti Yamin dan Mie Ayam. Selain itu, kita juga bisa menikmati menu lainnya, seperti Sop Buntut dan Nasi Tim. Di sini aku mencoba Mie Ayam Jamur Baso yang terkenal enak dan favorit, serta Yamin Baso dengan versi manis dan asin.

Mie Ayam Jamur Baso, IDR 24K

Porsi mie ayamnya cukup banyak.  Rasa mienya sudah enak, gurih asin dan terdapat banyak potongan daging ayam yang besar-besar dimana rasa manis gurih bumbunya meresap ke dalam, ada potongan jamur yang manis serta disajikan lengkap dengan sayuran dan semangkuk baso kuah berisi 3 pcs. My favorite!

Mie Ayam Jamur Baso

Yamien Manis Baso, IDR 19K

Tekstur mie sama seperti mie yang aku pesan di atas, namun bedanya mie ini sudah diaduk dengan kecap manis dan bumbu lainnya secara merata sehingga warna mienya menjadi kecoklatan dan ketika dimakan rasanya sudah manis. Di atas Yamien diberi taburan daun bawang dan suwiran ayam, disajikan lengkap dengan semangkuk baso kuah berisi 3 pcs. Cocok sekali bagi penggemar masakan yang manis.

Yamien Manis Baso

Yamien Asin Baso, IDR 19K

Versi kedua dari Yamien Baso adalah Yamien Asin Baso. Masih dengan bahan mie yang sama, namun beda penyajian. Versi Yamien Asin ini ternyata rasanya tidak jauh berbeda dengan Mie Ayam Jamur di atas, hanya saja daging ayam yang digunakan pada menu ini adalah suwiran ayam seperti Yamien Manis.

Yamien Asin Baso

Selain Mie atau Yamin, Warung Lela juga menjual aksesoris perhiasaan wanita dan aneka cemilan jaman dulu seperti Permen Kapas, kacang-kacangan, dan lain-lainnya.

Gulali Station

Pastinya, Warung Lela akan menjadi destinasi kuliner tepat untuk teman-teman funfoodiers yang belum pernah berkunjung ke sana. Mie Ayam Jamur Baso adalah salah satu menu favoritku di sana, you should try it! Harga makanan yang relatif murah dan kualitas rasa yang tidak mengecewakan, membuat Warung Lela terus dikunjungi oleh banyak orang hingga saat ini. Paling enak ketika datang makan di sana saat sore hari karena matahari hampir tenggelam, udaranya sejuk dan bisa makan sambil menikmati view dari atas ketinggian. Adakah teman-teman yang sudah pernah berkunjung makan di WaLe?

Warung Lela (WALE)
Jl. Kupa No. 6 Rancakendal – Bandung
Phone : (022) 2501.396
Price Range : Below Rp. 30.000,-
Maps Direction : http://goo.gl/maps/YU7oG
——————————————————–
Follow Me To Get The Latest Hip Places To Visit through :

Author: myfunfoodiary

Myfunfoodiary as Indonesian Food and Travel Blog was born in July 2012 and has become one of the valuable online source for locals, tourists, food enthusiasts and industry professionals. It is a Jakarta based Food and Travel Blog managed by Mullie Marlina, a young, lovely, cheerful and blessed wife who loves to share her culinary and travel experiences through her writing. You’ll find her honest reviews, valuable suggestions, objective ratings and recommendation of eateries in Jakarta and selected cities in Indonesia and abroad. Her curated restaurant reviews are based on her meticulous inquiries and her rich dining experience in various restaurants in Jakarta. She has also traveled to different cities and countries where she finds interesting and inspiring dishes, cuisines and excellent dining ambience which she also included in the list. From recommendations, restaurant experiences, events, travel destinations, and recipes, readers will find anything food related in this website. She would really appreciate your feedback, and would love to hear about any suggestions, events regarding food, or just to drop in to say "Hi". Again, thank you so much for dropping by, and she hopes you enjoy reading her journal. Thank you so much for all your supports! God bless you! ^_^

Share This Post On

4 Comments

  1. saya sudah sering ke mie lela,emang enak bngt gan
    tp coba ke mie naripan ini genrenya lebih mantap dan pemain lama di bandung

    Post a Reply
    • uda pernah denger sih ttg mie naripan, tapi belum kesampean..
      tenkiu infonya ya, nti kpn2 kita cb cari lagi pas main ke Bandung.. 🙂

      Post a Reply
  2. iya saya juga pernah makan di Wale ,,, enak bgt , kalau boleh rekomendasi ke Mie naripan juga enak loh

    Post a Reply
  3. Wuih enak banget tuh mie naripan gan

    Post a Reply

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: