[NEW] Kuliner Makassar Seru Bersama hemaviton Cardio #FOODphilosophy Trip

Masih dari rangkaian perjalanan kuliner bersama hemaviton Cardio, kali ini aku ingin berbagi pengalaman akan serunya #FOODphilosophy trip ke kota Makassar beberapa hari lalu. Dalam seri perjalanan ke-2 ini, beberapa peserta terpilih yang telah mengikuti campaign InFoodGraphic berhak memenangkan jalan-jalan kuliner ke kota Makassar bersama dengan Chef Bara PattiradjawaneInFoodGraphic sendiri adalah sebuah aplikasi (web dan mobile) yang dapat menghitung kadar kolesterol, gula darah, juga kalori dalam setiap makanan yang dikonsumsi. Jadi, setiap peserta dapat mengupload foto makanan mereka setiap harinya untuk memenangkan trip kuliner ini. Selain itu, tiap pengguna juga dapat melihat status kesehatan harian/mingguan/bulanan mereka hanya dengan meng-upload foto atau meng-input nama makanan. Seru!

Nah, pada hari Kamis tanggal 8 September 2016 lalu, seharian penuh aku menikmati waktu seru-seruan bersama para pemenang yang beruntung mencicipi beberapa makanan khas Makassar yang populer dan legendaris. Semua peserta yang sudah berkumpul di Hotel Horison Ultima Makassar tampak bersemangat dalam acara ini, dan kami pun berangkat bersama menggunakan bus yang telah disediakan. Tepat pukul 8 pagi, kami menuju Coto Makassar Nusantara 2 yang berada di jalan Merpati No. 2 dan 3, Makassar 

(Sulawesi Selatan). Tempat makan ini sudah buka sejak pukul 6.30 pagi, dan spesialisasi menunya tentu saja Coto Makassar dengan menggunakan daging sapi lokal dan bumbu racikan sendiri. Masih dalam kategori soto, makanan khas Makassar ini ternyata disajikan dalam mangkuk kecil berisi daging sapi dan banyak jeroan di dalam kuah berwarna cokelat pekat nan gurih. Di atas masing-masing meja juga telah disediakan ketupat, untuk dimakan bersama dengan coto. Sedikit kecap, sambal, dan perasan jeruk nipis membuat rasa coto ini semakin mantap! Tak disangka juga, rumah makan sederhana ini telah mendapat banyak penghargaan berupa Makassar Most Favorite Award Culinary sejak tahun 2011. Sebelum makan, Dokter Risma yang ikut bersama rombongan #FOODphilosophy trip ini, mengajak para

peserta untuk minum satu butir hemaviton Cardio sebelum makan. hemaviton Cardio adalah suplemen kesehatan yang dapat membantu mengurangi kolesterol total dan kolesterol LDL dalam darah, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Komposisi yang lengkap menjadi kelebihan dari suplemen ini, karena selain mengandung Betacarotene, Vitamin C, Vitamin E, Zinc dan Selenium, hemaviton Cardio juga mengandung Phytosterol yang merupakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan.

Sambil melanjutkan perjalanan menuju destinasi kuliner ke-2, Dokter Risma juga menjelaskan manfaat dari Phytosterol itu sendiri. Phytosterol dalam hemaviton Cardio dapat mengurangi absorpsi/penyerapan kolesterol dalam usus dan saluran darah dengan cara memblok kolesterol yang masuk ke dalam saluran darah, sehingga kolesterol langsung diekskresikan melalui feses (buang air besar). Maka dari itu, dengan mengkonsumsi Phytosterol secara teratur setiap hari, dapat menurunkan konsentrasi LDL dan mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovascular diseases). Itulah mengapa, hemaviton Cardio ini bagus sekali untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi (seperti aku, misalnya) maupun mereka yang ingin melakukan pencegahan, terutama para penggemar kuliner yang gemar bersantap dan mencoba aneka ragam makanan yang disukai.

Saat tiba di destinasi kuliner ke-2, Warung Kopi Phoenam telah ramai dipenuhi pengunjung padahal saat itu masih pagi hari. Rupanya, Warung Kopi Phoenam ini terkenal dan legendaris sejak tahun 1946 di kota Makassar. Menurut sejarahnya, Liong Thay Hiong berkongsi dengan kerabatnya, Prof. Dr. Thay Phen Liong, dan nama “phoen am” sendiri memiliki arti “tempat persinggahan selatan‟. Meski kedai kopi ini sudah berusia puluhan tahun lamanya, mereka masih tetap mempertahankan gaya tradisional dan cita rasa otentik kopi yang dibuat manual dari perpaduan kopi Robusta dan Arabika yang diracik turun temurun. Tempatnya sederhana sekali, dan hanya buka sampai jam 6 sore saja lho. Selain roti Srikaya, kalian harus mencoba Kopi Susu dan Teh Tarik yang juga paling banyak dipesan di sini. Rasa kopinya memang mantap sekali, pahit, asam, dan manisnya semua terasa pas di lidah!

Tidak hanya berkuliner ria, kami pun menuju salah satu tempat wisata sejarah yang terkenal di kota Makassar, yaitu Fort Rotterdam yang berada di jalan Ujung Pandang, tak heran bila benteng ini juga sering disebut Benteng “Jum Pandang”. Saat tiba di lokasi, kami diajak berkeliling oleh guide lokal yang ada di sana. Rupanya, Fort Rotterdam adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dan bila dilihat dari atas, benteng ini menyerupai bentuk penyu, dan terdapat banyak penjara di dalamnya. Banyak sekali barang-barang peninggalan sejarah

yang dipajang di dalam museumnya, menarik! Usai berkeliling, kami pun disuguhkan dengan dessert dan cemilan khas Makassar diantaranya seperti Es Pisang Ijo, Barongko, Jalangkote, dan Bikandoang. Es Pisang Ijo terbuat dari bahan utama pisang dan dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau yang berasal dari air daun pandan, yang kemudian dikukus,  disajikan dengan es serut, dan sirup cocopandan. Sementara Kue Barongko yang dibungkus dengan daun pisang, terbuat dari bahan dasar pisang yang dihaluskan dan dicampur dengan telur. Kue ini memiliki tekstur lembut dan halus, namun rasanya terlalu manis, sangat manis bahkan, karena itulah aku hanya sanggup makan sesuap saja. Jalangkote yang juga merupakan snack khas Makassar ternyata adalah sebuah pastel goreng dengan isian sayur, wortel, soun, daging, telur, dan lain-lain mirip seperti pastel yang biasanya aku temukan di Jakarta. Bikandoang rupanya adalah sebutan untuk bakwan udang di kota Makassar, yang juga enak dinikmati dengan saus sambal.

Untuk makan siang, kami menuju ke lokasi ke-empat di Jl. Lomppobattang yaitu Sop Konro Karebosi. Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1968 ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai Makassar Most Favourite (MMF) Award Culinary pada tahun 2012 dari pemerintah. Sop Konro yang merupakan makanan khas Indonesia dari tradisi Bugis dan Makassar ini adalah salah satu makanan favoritku, dan berada di tempat asalnya tentu membuat aku excited. Sebelum makan, Chef Bara dan Dokter Risma pun mengingatkan kami untuk mengkonsumsi satu butir hemaviton Cardio (lagi) karena sesuai dengan aturan pakai, suplemen kesehatan ini sebaiknya dikonsumsi 3x sehari untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Para peserta lain juga tampak bersemangat mencicipi Konro Bakar Karebosi, dimana iga sapi dibakar diatas bara api, dan diberi bumbu khas konro. Menurutku, daging iga sapi di sini begitu empuk dan bumbu konronya lezat sekali, harum dan kaya rempah! Rasanya juga jauh lebih enak ditempat ini apabila dibandingkan dengan cabang Konro Karebosi yang ada di Kelapa Gading!

Keseruan pun berlanjut di Pantai Losari dimana saat itu sedang diadakan kegiatan “Makassar International Eight Festival & Forum 2016”. Pantai Losari yang merupakan ikon pariwisata di kota Makassar ini ramai sekali dikunjungi orang-orang, terutama saat sore menjelang malam hari. Bahkan dahulu pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut di malam hari, dan disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia. Wow! Dalam festival ini, Chef Bara tampil dengan memberikan demo masak bagaimana cara membuat makanan khas Makassar juga, yaitu PalluBasa dan PalluMara tentunya dengan beberapa tips dan sedikit modifikasi atas permintaan dari penonton di lokasi. Teriknya matahari di kota Makassar memang sungguh luar biasa, namun semangat para peserta masih dapat terlihat. Karena selain mendapat ilmu, mereka juga dapat mencicipi kreasi lezat hasil demo masak yang dilakukan oleh Chef Bara. Yay! 😀

Dan acara pun berakhir dengan santap malam Seafood yang kami lakukan di Pulau Khayangan dengan menggunakan kapal cepat dari Dermaga Popsa (Persatuan Olahraga Perahu Motor dan Ski Air). Yah, meskipun kadar kolesterol aku tidak jauh berbeda dengan angka yang kuperiksa di tahun sebelumnya, tetap saja kolesterol aku termasuk tinggi. Namun aku percaya, bahwa tindakan mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, setuju? Jadi, meskipun aku makan begitu banyak dalam seharian kemarin, aku tidak begitu khawatir karena adanya suplemen hemaviton Cardio yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan juga mencegah kolesterol masuk ke dalam darah. Kandungan vitamin lengkap yang ada di dalam suplemen kesehatan ini juga dapat membuatku tetap fit, dan tampil prima di setiap kesempatan. Thank you hemaviton Cardio for having us! 

Follow my SnapChat to see the live updates: Myfunfoodiary

or FIND ME here: 

More info about Hemaviton Cardio

Facebook || Website || Instagram

Author: myfunfoodiary

Myfunfoodiary as Indonesian Food and Travel Blog was born in July 2012 and has become one of the valuable online source for locals, tourists, food enthusiasts and industry professionals. It is a Jakarta based Food and Travel Blog managed by Mullie Marlina, a young, lovely, cheerful and blessed wife who loves to share her culinary and travel experiences through her writing. You’ll find her honest reviews, valuable suggestions, objective ratings and recommendation of eateries in Jakarta and selected cities in Indonesia and abroad. Her curated restaurant reviews are based on her meticulous inquiries and her rich dining experience in various restaurants in Jakarta. She has also traveled to different cities and countries where she finds interesting and inspiring dishes, cuisines and excellent dining ambience which she also included in the list. From recommendations, restaurant experiences, events, travel destinations, and recipes, readers will find anything food related in this website. She would really appreciate your feedback, and would love to hear about any suggestions, events regarding food, or just to drop in to say “Hi”. Again, thank you so much for dropping by, and she hopes you enjoy reading her journal. Thank you so much for all your supports! God bless you! ^_^

Share This Post On

2 Comments

  1. kereenn postingan dan tulisannyaaaaaaaaa mbakcii <3 loveit !
    semoga ada kesempatan lagi ya kembali kulineran di Makassar

    Post a Reply

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: